Dolar Menguat, Rupiah Jadi 10.230/US$
Menguatnya dolar juga telah menjatuhkan harga minyak dunia hingga 2 persen.
Rabu, 1 Juli 2009, 08:51 WIB
Hadi Suprapto
Menguatnya dolar Amerika (US$) terhadap sejumlah mata uang dunia membuat nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank perdagangan Rabu, 1 Juli 2009 terkoreksi. Pada pukul 08.35 WIB, rupiah melemah 22 poin (0,22 persen) ke 10.230 per US$. Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia berada pada Rp 10.225 per US$.
Menguatnya dolar juga telah menjatuhkan harga minyak dunia hingga 2 persen. Perdagangan semalam di Nymex, minyak mentah benchmark, Light Sweet, turun US$ 1,60 ke posisi US$ 68,89 per barel, setelah sempat menguat hingga level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, pada posisi US$ 73,38 per barel.Meski demikian, Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di bawah kisaran Rp 11 ribu per dolar sampai akhir 2009.
Menurut Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, perkiraan Bank Indonesia sampai akhir tahun kisarannya adalah Rp 10.500 - 11.000 per US$. "Kami memperkirakan nilai tukar akan terus membaik," kata dia di DPR, Selasa kemarin, 30 Juni 2009. Dalam laman transaksi Bloomberg, dolar Australia melemah 0,25 persen ke US$ 0,804, yen Jepang melemah 0,34 persen ke 96,690 per US$, dan dolar Singapura juga melemah 0,18 persen ke 1,450 per US$. Sedangkan dolar Hong Kong menguat tipis 0,0006 persen ke 7,750 per US$. Di Eropa, mata uang euro melemah 0,11 persen ke US$ 1,4017 dan pound sterling melemah 0,16 persen ke US$ 1,643.
Proyeksi likuiditas Bank Indonesia hari ini, pada pukul 08.30, menunjukkan likuiditas di pasar domestik turun dari Rp 38,33 triliun pada pada perdagangan kemarin, menjadi Rp 32,21 triliun. Instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo mencapai Rp 31,88 triliun, naik dibandingkan dengan perdagangan kemarin, Rp 22,81 triliun. Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat naik menjadi Rp 1,50 triliun dari transaksi sebelumnya Rp 1,21 triliun.
01 Juli 2009
MUngkinkah Rupiah Mampu Melanjutkan Penguatan
Rupiah Lanjutkan Penguatan Terbatas
Natascha dan Ahmad Munjin
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (1/7) masih berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, permintaan dolar AS yang masih besar akan menahan pergerakan rupiah lebih lanjut.
Pengamat pasar valas Bayu Aini memprediksi rupiah hari ini berpeluang menguat akibat tertekannya dolar AS. Namun pergerakan mata uang lokal ini masih cenderung terbatas karena permintaan dolar akhir bulan terutama korporat dan BUMN.
"Rupiah akan bergerak di level 10.100-10.300 per dolar AS,"
Menurut Bayu, dolar melemah akibat beredarnya spekulasi diversifikasi cadangan devisa China. Sebagai pemegang cadangan devisa terbesar, beralihnya Negari Tirai Bambu ini dari dolar AS akan menekan mata uang negara AS tersebut.
"Mata uang emerging market pun akan mendapat minat trading yang tinggi dari investor akibat munculnya risk apetite," katanya.
Ia menuturkan, para spekulan mengeluarkan isu diversifikasi setiap kali dolar menguat untuk menekan dolar. Selain itu, pelemahan dolar juga dipicu kondisi ekonomi AS yang masih underpressure.
"Hal ini membuat nilai tukar mata uang AS kehilangan poin dan terdepresiasi terhadap mata uang lain," paparnya.
Sementara itu, kondisi market masih volatile menunggu rilis data kenaikan tenaga kerja AS. Pasar berekpektasi, data ini masih memburuk dan akan menekan pergerakan dolar AS. Ini berarti, rencana The Fed menaikkan suku bunga acuannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Frans Darwin Sinurat, analis valas dari Bank Century, memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak menguat. Hal ini terjadi seiring ekspektasi terkendalinya inflasi Juni 2009 di level 0,3%.
Menurutnya, bila inflasi terkendali, BI rate berpeluang turun. Namun jika inflasi tinggi dan suku bunga acuan belum bisa berubah, rupiah berpeluang melemah ke level 10.250.
"Namun saya yakin rupiah akan menguat ke level 10.150. Kalaupun melemah tidak akan melampaui 10.250,”.
Ia menuturkan, pelaku pasar masih wait and see terhadap pilpres. Akibatnya, pergerakan rupiah sejak kemarin tidak terlalu lebar antara 10.200 hingga 10.300 per dolar AS.
Menurutnya, rupiah berpeluang menguat pada pilpres 8 Juli, terutama bila pesta demokrasi ini berjalan aman dan lancar." Kalau semuanya berjalan aman dan mulus, rupiah bisa menembus level di bawah 10 ribu sangat terbuka lebar dan investor percaya untuk berinvestasi ke Indonesia," imbuhnya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, Selasa (30/6) menguat 80 poin terhadap dolar AS menjadi 10.205. Demikian pula nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Rupiah terhadap dolar Singapura menguat ke Rp7.063,34, atas dolar Hong Kong naik menjadi Rp1.318,03, terhadap dolar Australia melemah ke Rp8.303,26 dan atas Euro ditutup menguat ke level Rp14.426,13.
Sementara itu mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya dua mata uang yang yang melemah. Dolar Australia turun 0,54% menjadi 0.812 dan dolar New Zealand yang terkoreksi 0,22% terhadap dolar AS ke level 0.652.
Selebihnya mata uang kawasan menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,50% ke angka 95.577, dolar Hong Kong terangkat 0,0019% ke posisi 7.750, dolar Singapura terapresiasi 0,28% menjadi 1.447, dolar Taiwan terdongkrak 0,37% ke angka 32.812, won Korsel merangkak naik 0,94% ke level 1.273 per dolar AS.
Begitu juga dengan peso Filipina yang menanjak 0,37% ke posisi 48.120, rupee India merambat naik 0,33% menjadi 47.945, yuan China menguat 0,033% ke angka 6.831, ringgit Malaysia melambung 0,63% ke posisi 3.518, dan baht Thailand terkerek naik.
Natascha dan Ahmad Munjin
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (1/7) masih berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, permintaan dolar AS yang masih besar akan menahan pergerakan rupiah lebih lanjut.
Pengamat pasar valas Bayu Aini memprediksi rupiah hari ini berpeluang menguat akibat tertekannya dolar AS. Namun pergerakan mata uang lokal ini masih cenderung terbatas karena permintaan dolar akhir bulan terutama korporat dan BUMN.
"Rupiah akan bergerak di level 10.100-10.300 per dolar AS,"
Menurut Bayu, dolar melemah akibat beredarnya spekulasi diversifikasi cadangan devisa China. Sebagai pemegang cadangan devisa terbesar, beralihnya Negari Tirai Bambu ini dari dolar AS akan menekan mata uang negara AS tersebut.
"Mata uang emerging market pun akan mendapat minat trading yang tinggi dari investor akibat munculnya risk apetite," katanya.
Ia menuturkan, para spekulan mengeluarkan isu diversifikasi setiap kali dolar menguat untuk menekan dolar. Selain itu, pelemahan dolar juga dipicu kondisi ekonomi AS yang masih underpressure.
"Hal ini membuat nilai tukar mata uang AS kehilangan poin dan terdepresiasi terhadap mata uang lain," paparnya.
Sementara itu, kondisi market masih volatile menunggu rilis data kenaikan tenaga kerja AS. Pasar berekpektasi, data ini masih memburuk dan akan menekan pergerakan dolar AS. Ini berarti, rencana The Fed menaikkan suku bunga acuannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Frans Darwin Sinurat, analis valas dari Bank Century, memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak menguat. Hal ini terjadi seiring ekspektasi terkendalinya inflasi Juni 2009 di level 0,3%.
Menurutnya, bila inflasi terkendali, BI rate berpeluang turun. Namun jika inflasi tinggi dan suku bunga acuan belum bisa berubah, rupiah berpeluang melemah ke level 10.250.
"Namun saya yakin rupiah akan menguat ke level 10.150. Kalaupun melemah tidak akan melampaui 10.250,”.
Ia menuturkan, pelaku pasar masih wait and see terhadap pilpres. Akibatnya, pergerakan rupiah sejak kemarin tidak terlalu lebar antara 10.200 hingga 10.300 per dolar AS.
Menurutnya, rupiah berpeluang menguat pada pilpres 8 Juli, terutama bila pesta demokrasi ini berjalan aman dan lancar." Kalau semuanya berjalan aman dan mulus, rupiah bisa menembus level di bawah 10 ribu sangat terbuka lebar dan investor percaya untuk berinvestasi ke Indonesia," imbuhnya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antarbank Jakarta, Selasa (30/6) menguat 80 poin terhadap dolar AS menjadi 10.205. Demikian pula nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Rupiah terhadap dolar Singapura menguat ke Rp7.063,34, atas dolar Hong Kong naik menjadi Rp1.318,03, terhadap dolar Australia melemah ke Rp8.303,26 dan atas Euro ditutup menguat ke level Rp14.426,13.
Sementara itu mata uang kawasan mendominasi penguatan terhadap dolar AS. Hanya dua mata uang yang yang melemah. Dolar Australia turun 0,54% menjadi 0.812 dan dolar New Zealand yang terkoreksi 0,22% terhadap dolar AS ke level 0.652.
Selebihnya mata uang kawasan menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,50% ke angka 95.577, dolar Hong Kong terangkat 0,0019% ke posisi 7.750, dolar Singapura terapresiasi 0,28% menjadi 1.447, dolar Taiwan terdongkrak 0,37% ke angka 32.812, won Korsel merangkak naik 0,94% ke level 1.273 per dolar AS.
Begitu juga dengan peso Filipina yang menanjak 0,37% ke posisi 48.120, rupee India merambat naik 0,33% menjadi 47.945, yuan China menguat 0,033% ke angka 6.831, ringgit Malaysia melambung 0,63% ke posisi 3.518, dan baht Thailand terkerek naik.
29 Juni 2009
Regional Menguat, Rupiah Ikutan
Rupiah sampai penutupan sore hari nanti cenderung bergerak di kisaran level 10.230-10.300.
Senin, 29 Juni 2009, 09:01 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.30 WIB menunjukkan penguatannya kembali terhadap dolar Amerika Serikat (US$), karena dibuka di kisaran level 10.230-10.350/US$.Pada penutupan Jumat, 26 Juni 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu tutup pada kisaran 10.290 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 10.130/US$.
Menurut Bayu Fadjar Aini dealer valas sebuah bank swasta ternama Jakarta, penguatan sebagian besar mata uang regional terhadap dolar AS seperti eur Eropa, gbp Inggris, dolar Australia dan Singapura, serta bath Thailand disinyalir menjadi pemicu penguatan rupiah pagi ini."Namun, saat ini rupiah berada di kisaran level 10.260-10.270/US$," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.30 WIB, berada di posisi 10.215 per dolar AS.Bayu memperkirakan, mata uang rupiah pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung bergerak di kisaran level 10.230-10.300/US$. Sebab, meski penguatan regional menjadi sentimen positif tapi masih tingginya permintaan korporasi terhadap dolar bisa melemahnya rupiah. "Biasa, akhir bulan permintaan naik," ujarnya.
Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik meningkat menjadi Rp 29,91 triliun dibandingkan posisi transaksi akhir pekan lalu di Rp 27,01 triliun.Namun, data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo mencapai Rp 24,49 triliun, atau turun dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 32,98 triliun.Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat menurun menjadi Rp 1,5 triliun dari transaksi akhir kemarin yang sebesar Rp 1,72 triliun.
Rupiah sampai penutupan sore hari nanti cenderung bergerak di kisaran level 10.230-10.300.
Senin, 29 Juni 2009, 09:01 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.30 WIB menunjukkan penguatannya kembali terhadap dolar Amerika Serikat (US$), karena dibuka di kisaran level 10.230-10.350/US$.Pada penutupan Jumat, 26 Juni 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu tutup pada kisaran 10.290 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 10.130/US$.
Menurut Bayu Fadjar Aini dealer valas sebuah bank swasta ternama Jakarta, penguatan sebagian besar mata uang regional terhadap dolar AS seperti eur Eropa, gbp Inggris, dolar Australia dan Singapura, serta bath Thailand disinyalir menjadi pemicu penguatan rupiah pagi ini."Namun, saat ini rupiah berada di kisaran level 10.260-10.270/US$," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.30 WIB, berada di posisi 10.215 per dolar AS.Bayu memperkirakan, mata uang rupiah pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung bergerak di kisaran level 10.230-10.300/US$. Sebab, meski penguatan regional menjadi sentimen positif tapi masih tingginya permintaan korporasi terhadap dolar bisa melemahnya rupiah. "Biasa, akhir bulan permintaan naik," ujarnya.
Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik meningkat menjadi Rp 29,91 triliun dibandingkan posisi transaksi akhir pekan lalu di Rp 27,01 triliun.Namun, data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo mencapai Rp 24,49 triliun, atau turun dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 32,98 triliun.Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat menurun menjadi Rp 1,5 triliun dari transaksi akhir kemarin yang sebesar Rp 1,72 triliun.
Harga Minyak Naik Rupiah Bakal Tertekan
Minyak Berpotensi Tekan Rupiah
Natascha & Ahmad Munjin
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (29/6) ada peluang berbalik arah menguat. Namun, naiknya harga komoditas minyak mentah akan menahan pergerakan mata uang lokal ini.
Analis valas Tony Mariano mengatakan, potensi penguatan rupiah masih terbuka. Namun, pergerakan rupiah terhambat penguatan harga minyak mentah ke level US$ 71 per barel . “Rupiah akan bergerak di kisaran 10.150-10.200 per dolar AS,” katanya.
Rupiah pada perdagangan kemarin sempat menguat ke level 10.100 per dolar AS, seiring koreksi dolar AS terhadap mata uang utama dunia. Hal ini terjadi terutama setelah euro dan poundsterling menguat serta positifnya bursa Wall Street didukung data pertumbuhan ekonomi yang membaik.
Tony menuturkan, minimnya sentimen positif di pasar, ditambah koreksi bursa AS, akan membuat rupiah bergerak naik turun di kisaran terbatas. Belum ada indikasi kuat The Fed akan menaikkan suku bunganya, sehingga dolar hanya akan keluar masuk dijadikan tempat parkir investasi. “Jadi setelah investor profit taking dari euro, akan masuk ke dolar, demikia sebaliknya,” ulasnya.
Adapun faktor dari dalam negeri tidak banyak mempengaruhi pergerakan rupiah. Hal ini karena investor masih wait and see mencermati pilpres. Namun, pertumbuhan ekonomi positif, inflasi yang terkontrol serta kebutuhan dolar domestik yang tidak terlalu banyak, membuka peluang rupiah menguat lebih lanjut. “Potensi upside rupiah masih besar,” imbuhnya.
Sedangkan Ricardo Simatupang, analis valas dari Bank Panin memprediksikan pergerakan rupiah hari ini akan relatif stabil cenderung menguat hingga tembus ke atas level 10.300 per dolar AS. ”Kisaran rupiah yang cukup realistis adalah 10.200-10.300 per dolar AS,” jelasnya.
Ia melanjutkan, menjelang pemilihan presiden 2009 akhir pekan ini, rupiah berpeluang menguat. Pasalnya, biasanya minat para pemilih sudah mulai mengerucut. Kalau memang kelihatannya posisi incumbent SBY lebih kuat, rupiah masih bisa menguat.
“Namun demikian, untuk hari ini cenderung akan stabil terlebih dahulu,” paparnya. Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (26/6) melemah 35 poin terhadap dolar AS menjadi 10.285. [E2]
Natascha & Ahmad Munjin
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (29/6) ada peluang berbalik arah menguat. Namun, naiknya harga komoditas minyak mentah akan menahan pergerakan mata uang lokal ini.
Analis valas Tony Mariano mengatakan, potensi penguatan rupiah masih terbuka. Namun, pergerakan rupiah terhambat penguatan harga minyak mentah ke level US$ 71 per barel . “Rupiah akan bergerak di kisaran 10.150-10.200 per dolar AS,” katanya.
Rupiah pada perdagangan kemarin sempat menguat ke level 10.100 per dolar AS, seiring koreksi dolar AS terhadap mata uang utama dunia. Hal ini terjadi terutama setelah euro dan poundsterling menguat serta positifnya bursa Wall Street didukung data pertumbuhan ekonomi yang membaik.
Tony menuturkan, minimnya sentimen positif di pasar, ditambah koreksi bursa AS, akan membuat rupiah bergerak naik turun di kisaran terbatas. Belum ada indikasi kuat The Fed akan menaikkan suku bunganya, sehingga dolar hanya akan keluar masuk dijadikan tempat parkir investasi. “Jadi setelah investor profit taking dari euro, akan masuk ke dolar, demikia sebaliknya,” ulasnya.
Adapun faktor dari dalam negeri tidak banyak mempengaruhi pergerakan rupiah. Hal ini karena investor masih wait and see mencermati pilpres. Namun, pertumbuhan ekonomi positif, inflasi yang terkontrol serta kebutuhan dolar domestik yang tidak terlalu banyak, membuka peluang rupiah menguat lebih lanjut. “Potensi upside rupiah masih besar,” imbuhnya.
Sedangkan Ricardo Simatupang, analis valas dari Bank Panin memprediksikan pergerakan rupiah hari ini akan relatif stabil cenderung menguat hingga tembus ke atas level 10.300 per dolar AS. ”Kisaran rupiah yang cukup realistis adalah 10.200-10.300 per dolar AS,” jelasnya.
Ia melanjutkan, menjelang pemilihan presiden 2009 akhir pekan ini, rupiah berpeluang menguat. Pasalnya, biasanya minat para pemilih sudah mulai mengerucut. Kalau memang kelihatannya posisi incumbent SBY lebih kuat, rupiah masih bisa menguat.
“Namun demikian, untuk hari ini cenderung akan stabil terlebih dahulu,” paparnya. Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (26/6) melemah 35 poin terhadap dolar AS menjadi 10.285. [E2]
26 Juni 2009
Rupiah Akhir Pekan Dua arah
Natascha & Ahmad Munjin
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (26/6) akan bergerak dua arah. Perkiraan penguatan dolar AS akan berusaha diimbangi dengan ekspektasi menguatnya indeks saham.
Pengamat valas Rosady TA Montol mengatakan, rupiah hari ini akan bergerak sideways. Mata uang lokal ini berpotensi tertekan atas ekspektasi pembalikan dolar AS. Namun, prediksi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menahan koreksi rupiah.
“Rupiah masih berada dalam range bound (bolak-balik) di kisaran 10.200-10.350 per dolar AS,” katanya.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat akibat koreksi dolar AS. Namun, ia menilai, pelemahan ini dipicu profit taking investor setelah mata uang AS ini menguat cukup tajam, selain karena keputusan Bank Sentral AS mempertahankan bunga The Fed di level 0,25%. “Keputusan suku bunga ini membuat likuiditas dolar membanjir, sehingga dolar pun tertekan,” jelasnya.
Rosady menuturkan, ada sedikit pemicu penguatan rupiah dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang ditawarkan dengan yield tinggi. Menurutnya, penjualan SUN mengindikasikan adanya penyerapan likuiditas mata uang lokal di pasar.
Ada over subscribed yang diserap sebanyak Rp 2,2 triliun, dari penawaran yang masuk sebanyak Rp 6 triliun. “Hal ini berlanjut pada surutnya laju pelemahan rupiah,” imbuhnya.
Namun, masih ada keraguan apakah penawar berasal dari foreign fund atau peralihan dari pasar saham. Hal ini mengingat konversi dari dolar ke rupiah untuk membeli SUN tidak menimbulkan penguatan rupiah yang signifikan. “Kalau beli SUN pakai rupiah, dampaknya sangat kecil,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa BI akan mengawal rupiah di level psikologis 10.600. Hal ini terlihat dari pergerakan rupiah yang menguat lagi ketika mendekati level 10.600 per dolar AS. “Hal ini menimbulkan kepercayaan diri pasar sehingga berani berinvestasi,” katanya.
Ariston Tjendra, analis valuta asing dari Monex Investindo Futures memprediksikan rupiah hari ini akan melanjutkan penguatan. Terapresiasinya mata uang lokal ini seiring potensi penguatan bursa regional “Rupiah akan berada pada kisaran 10.300 hingga 10.100,” ulasnya.
Menurutnya, pergerakan rupiah cenderung menguat ke arah 10.100 per dolar AS karena level 10.400 merupakan level yang tidak cukup kuat untuk bertahan. “Selama dua hari terakhir level itu dicoba tapi tidak cukup kuat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut,” ujarnya.
Kendati demikian, penguatan rupiah masih akan tertahan besarnya permintaan dolar AS oleh korporasi. Karena itu, lanjutnya, jika akhir pekan ini rupiah menyentuh level 10.100, maka pembelian dolar akan kembali marak hingga rupiah melemah. ”Jadi, rupiah kemungkinan ditutup pada level 10.200,” pungkasnya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (25/6) menguat 140 poin terhadap dolar AS menjadi 10.250. Demikian pula nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Rupiah terhadap dolar Singapura naik ke 7.055,15, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.327,08, terhadap dolar Australia menguat ke 8.200,75 dan atas euro ditutup menguat ke 14.341,40. [E2]
Natascha & Ahmad Munjin
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (26/6) akan bergerak dua arah. Perkiraan penguatan dolar AS akan berusaha diimbangi dengan ekspektasi menguatnya indeks saham.
Pengamat valas Rosady TA Montol mengatakan, rupiah hari ini akan bergerak sideways. Mata uang lokal ini berpotensi tertekan atas ekspektasi pembalikan dolar AS. Namun, prediksi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menahan koreksi rupiah.
“Rupiah masih berada dalam range bound (bolak-balik) di kisaran 10.200-10.350 per dolar AS,” katanya.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat akibat koreksi dolar AS. Namun, ia menilai, pelemahan ini dipicu profit taking investor setelah mata uang AS ini menguat cukup tajam, selain karena keputusan Bank Sentral AS mempertahankan bunga The Fed di level 0,25%. “Keputusan suku bunga ini membuat likuiditas dolar membanjir, sehingga dolar pun tertekan,” jelasnya.
Rosady menuturkan, ada sedikit pemicu penguatan rupiah dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang ditawarkan dengan yield tinggi. Menurutnya, penjualan SUN mengindikasikan adanya penyerapan likuiditas mata uang lokal di pasar.
Ada over subscribed yang diserap sebanyak Rp 2,2 triliun, dari penawaran yang masuk sebanyak Rp 6 triliun. “Hal ini berlanjut pada surutnya laju pelemahan rupiah,” imbuhnya.
Namun, masih ada keraguan apakah penawar berasal dari foreign fund atau peralihan dari pasar saham. Hal ini mengingat konversi dari dolar ke rupiah untuk membeli SUN tidak menimbulkan penguatan rupiah yang signifikan. “Kalau beli SUN pakai rupiah, dampaknya sangat kecil,” tambahnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa BI akan mengawal rupiah di level psikologis 10.600. Hal ini terlihat dari pergerakan rupiah yang menguat lagi ketika mendekati level 10.600 per dolar AS. “Hal ini menimbulkan kepercayaan diri pasar sehingga berani berinvestasi,” katanya.
Ariston Tjendra, analis valuta asing dari Monex Investindo Futures memprediksikan rupiah hari ini akan melanjutkan penguatan. Terapresiasinya mata uang lokal ini seiring potensi penguatan bursa regional “Rupiah akan berada pada kisaran 10.300 hingga 10.100,” ulasnya.
Menurutnya, pergerakan rupiah cenderung menguat ke arah 10.100 per dolar AS karena level 10.400 merupakan level yang tidak cukup kuat untuk bertahan. “Selama dua hari terakhir level itu dicoba tapi tidak cukup kuat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut,” ujarnya.
Kendati demikian, penguatan rupiah masih akan tertahan besarnya permintaan dolar AS oleh korporasi. Karena itu, lanjutnya, jika akhir pekan ini rupiah menyentuh level 10.100, maka pembelian dolar akan kembali marak hingga rupiah melemah. ”Jadi, rupiah kemungkinan ditutup pada level 10.200,” pungkasnya.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (25/6) menguat 140 poin terhadap dolar AS menjadi 10.250. Demikian pula nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya. Rupiah terhadap dolar Singapura naik ke 7.055,15, atas dolar Hong Kong naik menjadi 1.327,08, terhadap dolar Australia menguat ke 8.200,75 dan atas euro ditutup menguat ke 14.341,40. [E2]
Rupiah Menguat Menuju 10.000
Rupiah Menguat Dekati 10.000/US$
Mata uang lokal tersebut pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung menguat.
Jum'at, 26 Juni 2009, 08:38 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.10 WIB kembali menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (US$), karena sempat mendekati level 10.000/US$.Pada penutupan Kamis, 23 Juni 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu tutup pada kisaran 10.260-10.292 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 10.292/US$.
Menurut Tony Maryano, research valas PT Integral Investama Futures, pergerakan dolar AS yang tidak stabil dan cenderung melemah terhadap sebagian besar mata uang regional seperti yen Jepang, dolar Singapura, peso Philipina, dan bath Thailand dinilai menjadi pemicu penguatan rupiah pagi ini."Rupiah saat dibuka sempat mendekati level 10.000, karena bercokol di 10.085/US$," .
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.10 WIB, berada di posisi 10.225 per dolar AS.Tony memperkirakan, pergerakan positif indeks Dow Jones dan bursa Asia yang diprediksi akan diikuti indeks domestik bakal mendorong mata uang rupiah pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung menguat di kisaran level 10.150-10.250/US$.
Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik menurun menjadi Rp 28,14 triliun dibandingkan posisi transaksi kemarin di Rp 64,68 triliun.Data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo juga mencapai Rp 32,98 triliun, atau turun dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 65,21 triliun.
Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat meningkat menjadi Rp 1,5 triliun dari transaksi akhir kemarin yang sebesar Rp 1,42 triliun.
Mata uang lokal tersebut pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung menguat.
Jum'at, 26 Juni 2009, 08:38 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.10 WIB kembali menunjukkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (US$), karena sempat mendekati level 10.000/US$.Pada penutupan Kamis, 23 Juni 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu tutup pada kisaran 10.260-10.292 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 10.292/US$.
Menurut Tony Maryano, research valas PT Integral Investama Futures, pergerakan dolar AS yang tidak stabil dan cenderung melemah terhadap sebagian besar mata uang regional seperti yen Jepang, dolar Singapura, peso Philipina, dan bath Thailand dinilai menjadi pemicu penguatan rupiah pagi ini."Rupiah saat dibuka sempat mendekati level 10.000, karena bercokol di 10.085/US$," .
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.10 WIB, berada di posisi 10.225 per dolar AS.Tony memperkirakan, pergerakan positif indeks Dow Jones dan bursa Asia yang diprediksi akan diikuti indeks domestik bakal mendorong mata uang rupiah pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung menguat di kisaran level 10.150-10.250/US$.
Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik menurun menjadi Rp 28,14 triliun dibandingkan posisi transaksi kemarin di Rp 64,68 triliun.Data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo juga mencapai Rp 32,98 triliun, atau turun dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 65,21 triliun.
Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat meningkat menjadi Rp 1,5 triliun dari transaksi akhir kemarin yang sebesar Rp 1,42 triliun.
25 Juni 2009
Rupiah Terangkat
Rupiah Terangkat oleh Rally di BEI dan Sentimen Bullish Regional
Singapura, Rabu
Rupiah dan won menguat di tengah pelemahan dolar di pasar global dalam mengantisipasi rapat Komite Pasar Terbuka Fed yang diperkirakan tidak akan mengisyaratkan pengetatan moneter.
Valuta Asia lainnya secara umum menguat, didukung penguatan bursa saham regional.
Won naik hingga 1,275,8 per dolar di tengah ramainya investor memburu saham lokal.
Analis dari Standard Chartered memperkirakan bahwa mata uang Korea Selatan ini akan naik hingga 1.170 per dolar dalam tiga bulan mendatang.
Won telah mengalami konsolidasi dalam pekan-pekan terakhir setelah reli tajam sejak awal Maret, tapi analis mengatakan bahwa secara teknis valuta tersebut menunjukkan tren penguatan ke depan.
Rupiah sempat jatuh hingga 10.510 pada perdagangan pagi, namun kemudian memulih bersamaan dengan pelemahan dolar di berbagai pasar.
Pada awal perdagangan, rupiah dibuka 10.360 per dolar AS.
“Rupiah menguat karena profit-taking pada posisi long dolar,” kata pedagang di Jakarta.
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah tercatat 10.425.
Relative Strength Index 14 hari menunjukkan dolar telah mengalami overbought setelah rupiah jatuh 5% sejak 5 Juni lalu.
Pada tengah hari, rupiah diperdagangkan 10.380.
Hingga kini, rupiah masih menjadi valuta berkinerja terbaik di Asia dengan mencatat penguatan 6% sepanjang tahun ini.
Sepanjang sore, rupiah diperdagangkan pada kisaran 10.340 - 10.380.
Unit juga mendapat dukungan dari lantai bursa yang menguat paling fantastis dibandingkan bursa-bursa regional lainnya
HSG ditutup melambung 81,289 poin (4,25%) ke level 1.995,674.
Rupiah ditutup 10.330 per dolar AS Rabu, naik dari 10.350 Selasa.
Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:Dolar Singapura : 1,4532 per dolar AS, naik dari 1,4561Dolar Taiwan : 32,900, naik dari 32,905Won Korea Selatan : 1.283,10, naik dari 1.290,50Baht Thailand : 34,10, naik dari 34,13Peso Filipina : 48,11, naik dari 48,37Rupee India : 48,47, naik dari 48,64Ringgit Malaysia : 3,5310, naik dari 3,5450Yuan China : 6,8327, naik dari 6,8346.
Di Tokio, dolar menguat terhadap yen seiring dengan meningkatnya minat pada aset berisiko yang ditandai dengan penguatan instrumen beresiko.
Dealer mengatakan bahwa pelaku pasar menutup posisi short atas dolar di tengah ramainya pembicaraan soal beberapa investment trust yang akan diluncurkan hari ini, yang diperkirakan akan menarik banyak dana untuk investasi di luar negeri.
Namun seorang trader mengatakan bahwa aliran dana untuk investasi tersebut kemungkinan baru muncul pada saat dibukanya pasar di London, bukan saat perdagangan Asia.
Yen juga tertekan oleh laporan anjloknya ekspor Jepang, yang akan mendorong mengalirnya dana ke luar negeri.
Indeks Nikkei naik 40,71 poin (0,43%) dan ditutup pada level 9.590,32.
Dolar AS terakhir tercatat 95,65 yen, turun dari 95,22 yen sebelumnya.
Di London, euro naik atas dolar setelah sempat jatuh karena kuatnya permintaan dana murah satu tahun yang mulai ditawarkan European Central Bank untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Bank sentral Eropa itu akan memberi pinjaman lunak sebesar $612,8 miliar dalam operasi refinancing yang menandai penyuntikan likuiditas terbesar ke pasar.
Dolar meroket atas Swiss franc setelah Swiss National Bank dilaporkan intervensi dengan menjual franc dan membeli dolar.
Investor menunggu hasil rapat Fed malam ini yang diperkirakan akan meredupkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pasar juga akan mencermati apakah Fed akan terus melanjutkan program pembelian surat utang yang dimaksudkan untuk menekan suku bunga jangka yagn lebih panjang.
Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:Yen Jepang: 95,15, turun dari 95,21Franc Swiss: 1,0907, naik dari 1,0667Dolar Kanada: 1,1437, turun dari 1,1496Sterling terhadap dolar AS: 1,6577, naik dari 1,6453Euro terhadap dolar AS: 1,3926, naik dari 1,3865.
HARGA EMAS
Di Comex New York, harga naik pada pembukaan Rabu.
Kontrak Agustus diperdagangkan pada $928,80 per ounce, menguat $4,50 dari penutupan sebelumnya.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Rabu tercatat $928,20, diban dingkan dengan $924,40 sehari sebelumya.
Di London, emas naik melampaui $930 dan terus menunjukkan tren penguatan seiring dengan berlanjutnya kemerosotoan dolar terhadap berbagai mata uang.
Analis mengatakan bahwa short-covering kemungkinan akan membuat emas semakin kuat, sementara ketidakpastian terhadap fase pemulihan ekonomi global juga mendukung peran emas sebagai hedge.
Faktor negatif yang dapat menekan emas adalah meredanya ketakutan terhadap inflasi setelah IMF menyatakan bahwanaiknya minyak baru-baru ini lebih disebabkan spekulasi ketimbang peningkatan permintaan.
Pada siang hari, harga emas tercatat $926,65 per ounce, menguat dari $920,75 sebelumya.
Harga perak tercatat $13,93 per ounce, naik 11 sen dari sebelumnya
Di Asia, harga bertahan di atas $920 di tengah pelaku pasar yang banyak menahan diri sambil menunggu keputusan penting kebijakan moneter AS hari ini.
Emas berhasil terangkat dari $912,90 seiring dengan tertekannya dolar, penggerak utama pasar, akibat menipisnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga.
Spot di Jepang tercatat $924,85 per ounce, turun 30 sen dari penutupan di New York sebelumnya.
Logam mulia ini diperkirakan diperdagangkan pada kisaran sempit sampai terbitnya keputusan Fed.
“Fundamental belum berubah, yaitu nasib emas terkait erat dengan pergerakan dolar AS,” kata Koji Suzuki dari SBI Futures.
Para spekulan melepas posisi long dan meredanya kekhawtiran atas inflasi telah mengakibatkan emas tertekan sejak harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir yang terjadi awal Juni lalu.
Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2009 untuk sesi sore tercatat tercatat 2.804,00 yen per gram, turun 87 yen dari sebelumnya.
Di Hong Kong, harga emas ditutup $927,00 per ounce, naik dari $919,40 Selasa. (RM/AP/AFP/dtc/My)
Singapura, Rabu
Rupiah dan won menguat di tengah pelemahan dolar di pasar global dalam mengantisipasi rapat Komite Pasar Terbuka Fed yang diperkirakan tidak akan mengisyaratkan pengetatan moneter.
Valuta Asia lainnya secara umum menguat, didukung penguatan bursa saham regional.
Won naik hingga 1,275,8 per dolar di tengah ramainya investor memburu saham lokal.
Analis dari Standard Chartered memperkirakan bahwa mata uang Korea Selatan ini akan naik hingga 1.170 per dolar dalam tiga bulan mendatang.
Won telah mengalami konsolidasi dalam pekan-pekan terakhir setelah reli tajam sejak awal Maret, tapi analis mengatakan bahwa secara teknis valuta tersebut menunjukkan tren penguatan ke depan.
Rupiah sempat jatuh hingga 10.510 pada perdagangan pagi, namun kemudian memulih bersamaan dengan pelemahan dolar di berbagai pasar.
Pada awal perdagangan, rupiah dibuka 10.360 per dolar AS.
“Rupiah menguat karena profit-taking pada posisi long dolar,” kata pedagang di Jakarta.
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah tercatat 10.425.
Relative Strength Index 14 hari menunjukkan dolar telah mengalami overbought setelah rupiah jatuh 5% sejak 5 Juni lalu.
Pada tengah hari, rupiah diperdagangkan 10.380.
Hingga kini, rupiah masih menjadi valuta berkinerja terbaik di Asia dengan mencatat penguatan 6% sepanjang tahun ini.
Sepanjang sore, rupiah diperdagangkan pada kisaran 10.340 - 10.380.
Unit juga mendapat dukungan dari lantai bursa yang menguat paling fantastis dibandingkan bursa-bursa regional lainnya
HSG ditutup melambung 81,289 poin (4,25%) ke level 1.995,674.
Rupiah ditutup 10.330 per dolar AS Rabu, naik dari 10.350 Selasa.
Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:Dolar Singapura : 1,4532 per dolar AS, naik dari 1,4561Dolar Taiwan : 32,900, naik dari 32,905Won Korea Selatan : 1.283,10, naik dari 1.290,50Baht Thailand : 34,10, naik dari 34,13Peso Filipina : 48,11, naik dari 48,37Rupee India : 48,47, naik dari 48,64Ringgit Malaysia : 3,5310, naik dari 3,5450Yuan China : 6,8327, naik dari 6,8346.
Di Tokio, dolar menguat terhadap yen seiring dengan meningkatnya minat pada aset berisiko yang ditandai dengan penguatan instrumen beresiko.
Dealer mengatakan bahwa pelaku pasar menutup posisi short atas dolar di tengah ramainya pembicaraan soal beberapa investment trust yang akan diluncurkan hari ini, yang diperkirakan akan menarik banyak dana untuk investasi di luar negeri.
Namun seorang trader mengatakan bahwa aliran dana untuk investasi tersebut kemungkinan baru muncul pada saat dibukanya pasar di London, bukan saat perdagangan Asia.
Yen juga tertekan oleh laporan anjloknya ekspor Jepang, yang akan mendorong mengalirnya dana ke luar negeri.
Indeks Nikkei naik 40,71 poin (0,43%) dan ditutup pada level 9.590,32.
Dolar AS terakhir tercatat 95,65 yen, turun dari 95,22 yen sebelumnya.
Di London, euro naik atas dolar setelah sempat jatuh karena kuatnya permintaan dana murah satu tahun yang mulai ditawarkan European Central Bank untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Bank sentral Eropa itu akan memberi pinjaman lunak sebesar $612,8 miliar dalam operasi refinancing yang menandai penyuntikan likuiditas terbesar ke pasar.
Dolar meroket atas Swiss franc setelah Swiss National Bank dilaporkan intervensi dengan menjual franc dan membeli dolar.
Investor menunggu hasil rapat Fed malam ini yang diperkirakan akan meredupkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pasar juga akan mencermati apakah Fed akan terus melanjutkan program pembelian surat utang yang dimaksudkan untuk menekan suku bunga jangka yagn lebih panjang.
Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:Yen Jepang: 95,15, turun dari 95,21Franc Swiss: 1,0907, naik dari 1,0667Dolar Kanada: 1,1437, turun dari 1,1496Sterling terhadap dolar AS: 1,6577, naik dari 1,6453Euro terhadap dolar AS: 1,3926, naik dari 1,3865.
HARGA EMAS
Di Comex New York, harga naik pada pembukaan Rabu.
Kontrak Agustus diperdagangkan pada $928,80 per ounce, menguat $4,50 dari penutupan sebelumnya.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Rabu tercatat $928,20, diban dingkan dengan $924,40 sehari sebelumya.
Di London, emas naik melampaui $930 dan terus menunjukkan tren penguatan seiring dengan berlanjutnya kemerosotoan dolar terhadap berbagai mata uang.
Analis mengatakan bahwa short-covering kemungkinan akan membuat emas semakin kuat, sementara ketidakpastian terhadap fase pemulihan ekonomi global juga mendukung peran emas sebagai hedge.
Faktor negatif yang dapat menekan emas adalah meredanya ketakutan terhadap inflasi setelah IMF menyatakan bahwanaiknya minyak baru-baru ini lebih disebabkan spekulasi ketimbang peningkatan permintaan.
Pada siang hari, harga emas tercatat $926,65 per ounce, menguat dari $920,75 sebelumya.
Harga perak tercatat $13,93 per ounce, naik 11 sen dari sebelumnya
Di Asia, harga bertahan di atas $920 di tengah pelaku pasar yang banyak menahan diri sambil menunggu keputusan penting kebijakan moneter AS hari ini.
Emas berhasil terangkat dari $912,90 seiring dengan tertekannya dolar, penggerak utama pasar, akibat menipisnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga.
Spot di Jepang tercatat $924,85 per ounce, turun 30 sen dari penutupan di New York sebelumnya.
Logam mulia ini diperkirakan diperdagangkan pada kisaran sempit sampai terbitnya keputusan Fed.
“Fundamental belum berubah, yaitu nasib emas terkait erat dengan pergerakan dolar AS,” kata Koji Suzuki dari SBI Futures.
Para spekulan melepas posisi long dan meredanya kekhawtiran atas inflasi telah mengakibatkan emas tertekan sejak harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir yang terjadi awal Juni lalu.
Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2009 untuk sesi sore tercatat tercatat 2.804,00 yen per gram, turun 87 yen dari sebelumnya.
Di Hong Kong, harga emas ditutup $927,00 per ounce, naik dari $919,40 Selasa. (RM/AP/AFP/dtc/My)
Langganan:
Postingan (Atom)