25 Juni 2009

Rupiah Terangkat

Rupiah Terangkat oleh Rally di BEI dan Sentimen Bullish Regional
Singapura, Rabu

Rupiah dan won menguat di tengah pelemahan dolar di pasar global dalam mengantisipasi rapat Komite Pasar Terbuka Fed yang diperkirakan tidak akan mengisyaratkan pengetatan moneter.
Valuta Asia lainnya secara umum menguat, didukung penguatan bursa saham regional.
Won naik hingga 1,275,8 per dolar di tengah ramainya investor memburu saham lokal.
Analis dari Standard Chartered memperkirakan bahwa mata uang Korea Selatan ini akan naik hingga 1.170 per dolar dalam tiga bulan mendatang.

Won telah mengalami konsolidasi dalam pekan-pekan terakhir setelah reli tajam sejak awal Maret, tapi analis mengatakan bahwa secara teknis valuta tersebut menunjukkan tren penguatan ke depan.

Rupiah sempat jatuh hingga 10.510 pada perdagangan pagi, namun kemudian memulih bersamaan dengan pelemahan dolar di berbagai pasar.
Pada awal perdagangan, rupiah dibuka 10.360 per dolar AS.

“Rupiah menguat karena profit-taking pada posisi long dolar,” kata pedagang di Jakarta.
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah tercatat 10.425.
Relative Strength Index 14 hari menunjukkan dolar telah mengalami overbought setelah rupiah jatuh 5% sejak 5 Juni lalu.

Pada tengah hari, rupiah diperdagangkan 10.380.
Hingga kini, rupiah masih menjadi valuta berkinerja terbaik di Asia dengan mencatat penguatan 6% sepanjang tahun ini.
Sepanjang sore, rupiah diperdagangkan pada kisaran 10.340 - 10.380.
Unit juga mendapat dukungan dari lantai bursa yang menguat paling fantastis dibandingkan bursa-bursa regional lainnya
HSG ditutup melambung 81,289 poin (4,25%) ke level 1.995,674.

Rupiah ditutup 10.330 per dolar AS Rabu, naik dari 10.350 Selasa.
Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:Dolar Singapura : 1,4532 per dolar AS, naik dari 1,4561Dolar Taiwan : 32,900, naik dari 32,905Won Korea Selatan : 1.283,10, naik dari 1.290,50Baht Thailand : 34,10, naik dari 34,13Peso Filipina : 48,11, naik dari 48,37Rupee India : 48,47, naik dari 48,64Ringgit Malaysia : 3,5310, naik dari 3,5450Yuan China : 6,8327, naik dari 6,8346.

Di Tokio, dolar menguat terhadap yen seiring dengan meningkatnya minat pada aset berisiko yang ditandai dengan penguatan instrumen beresiko.
Dealer mengatakan bahwa pelaku pasar menutup posisi short atas dolar di tengah ramainya pembicaraan soal beberapa investment trust yang akan diluncurkan hari ini, yang diperkirakan akan menarik banyak dana untuk investasi di luar negeri.
Namun seorang trader mengatakan bahwa aliran dana untuk investasi tersebut kemungkinan baru muncul pada saat dibukanya pasar di London, bukan saat perdagangan Asia.
Yen juga tertekan oleh laporan anjloknya ekspor Jepang, yang akan mendorong mengalirnya dana ke luar negeri.

Indeks Nikkei naik 40,71 poin (0,43%) dan ditutup pada level 9.590,32.
Dolar AS terakhir tercatat 95,65 yen, turun dari 95,22 yen sebelumnya.
Di London, euro naik atas dolar setelah sempat jatuh karena kuatnya permintaan dana murah satu tahun yang mulai ditawarkan European Central Bank untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Bank sentral Eropa itu akan memberi pinjaman lunak sebesar $612,8 miliar dalam operasi refinancing yang menandai penyuntikan likuiditas terbesar ke pasar.
Dolar meroket atas Swiss franc setelah Swiss National Bank dilaporkan intervensi dengan menjual franc dan membeli dolar.
Investor menunggu hasil rapat Fed malam ini yang diperkirakan akan meredupkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pasar juga akan mencermati apakah Fed akan terus melanjutkan program pembelian surat utang yang dimaksudkan untuk menekan suku bunga jangka yagn lebih panjang.
Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:Yen Jepang: 95,15, turun dari 95,21Franc Swiss: 1,0907, naik dari 1,0667Dolar Kanada: 1,1437, turun dari 1,1496Sterling terhadap dolar AS: 1,6577, naik dari 1,6453Euro terhadap dolar AS: 1,3926, naik dari 1,3865.

HARGA EMAS
Di Comex New York, harga naik pada pembukaan Rabu.
Kontrak Agustus diperdagangkan pada $928,80 per ounce, menguat $4,50 dari penutupan sebelumnya.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Rabu tercatat $928,20, diban dingkan dengan $924,40 sehari sebelumya.

Di London, emas naik melampaui $930 dan terus menunjukkan tren penguatan seiring dengan berlanjutnya kemerosotoan dolar terhadap berbagai mata uang.
Analis mengatakan bahwa short-covering kemungkinan akan membuat emas semakin kuat, sementara ketidakpastian terhadap fase pemulihan ekonomi global juga mendukung peran emas sebagai hedge.
Faktor negatif yang dapat menekan emas adalah meredanya ketakutan terhadap inflasi setelah IMF menyatakan bahwanaiknya minyak baru-baru ini lebih disebabkan spekulasi ketimbang peningkatan permintaan.

Pada siang hari, harga emas tercatat $926,65 per ounce, menguat dari $920,75 sebelumya.
Harga perak tercatat $13,93 per ounce, naik 11 sen dari sebelumnya
Di Asia, harga bertahan di atas $920 di tengah pelaku pasar yang banyak menahan diri sambil menunggu keputusan penting kebijakan moneter AS hari ini.
Emas berhasil terangkat dari $912,90 seiring dengan tertekannya dolar, penggerak utama pasar, akibat menipisnya ekspektasi bahwa Fed akan menaikkan suku bunga.
Spot di Jepang tercatat $924,85 per ounce, turun 30 sen dari penutupan di New York sebelumnya.
Logam mulia ini diperkirakan diperdagangkan pada kisaran sempit sampai terbitnya keputusan Fed.
“Fundamental belum berubah, yaitu nasib emas terkait erat dengan pergerakan dolar AS,” kata Koji Suzuki dari SBI Futures.

Para spekulan melepas posisi long dan meredanya kekhawtiran atas inflasi telah mengakibatkan emas tertekan sejak harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir yang terjadi awal Juni lalu.
Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2009 untuk sesi sore tercatat tercatat 2.804,00 yen per gram, turun 87 yen dari sebelumnya.
Di Hong Kong, harga emas ditutup $927,00 per ounce, naik dari $919,40 Selasa. (RM/AP/AFP/dtc/My)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar