06 Mei 2009

Rupiah Melemah

Profit Taking, Rupiah Melemah Tipis
Investor memilih ambil untung setelah rupiah mengalami penguatan tajam.
Rabu, 6 Mei 2009, 09:03 WIB
Hadi Suprapto


VIVAnews - Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank perdagangan Rabu 6 Mei 2009, melemah. Investor memilih ambil untung atau profit taking setelah rupiah mengalami penguatan tajam beberapa hari terakhir.Pada pukul 08.40 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melamah 32 poin atau 0,30 persen ke 10.440/US$.

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia pagi ini berada pada level 10.415/US$.Dealer valas dari Bank CIMB Niaga Emmanuel Krisnijayanto mengatakan, penurunan rupiah juga terjadi menyusul aksi jual saham di Bursa Efek Indonesia. "Separtinya hari ini, mereka (investor saham) mendapatkan dana tunai dari penjualan saham dan menukar kembali ke dolar," kata Emmanuel kepada VIVAnews melalui sambungan telepon, Rabu 6 Mei 2009.

Penurunan rupiah juga dipicu menguatnya dolar Amerika terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk euro. Data perdagangan di Bloomberg menunjukkan, pagi ini euro juga melemah 0,21 persen ke US$ 1,330 per euro, dan pounds melemah 0,307 persen atau US$ 1,5044 per pounds.Demikian juga dengan mata uang di Asia Pasifik, dolar Singapura melemah 0,207 persen ke 1,476/US$, dan dolar Australia turun 0,503 persen ke US$ 0,738 per dolar Australia. Dolar Hong Kong juga melemah 0,003 persen ke 7,750/US$. Sedangkan yen Jepang menguat 0,111 persen ke 98,7000/US$.

Meski demikian, Emmanuel mengatakan, Bank Indonesia akan menjaga rupiah pada level 10.500/US$. "Ini merupakan level psikologis. Bank Indonesia pasti akan menjaganya," kata dia.
Data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan, likuiditas di pasar domestik turun dari Rp 26,65 triliun pada hari sebelumnya menjadi Rp 19,42 triliun.Data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo turun dari Rp 27,92 triliun menjadi Rp 18,68 triliun. Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat stagnan di Rp 1,70 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar