Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.40 WIB kembali menguat di kisaran level 10.890-10.900 per dolar Amerika Serikat (US$).Pasalnya, pada penutupan Selasa, 28 April 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu ditutup pada kisaran level 10.835-10.930 per dolar AS.
Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 10.840/US$.Menurut Bayu Fadjar Aini, dealer valas salah satu bank swasta ternama Jakarta, masih sepinya transaksi jual beli dolar AS menjadi katalis penguatan rupiah pagi ini.
"Penguatan sebagian besar mata uang regional, seperti eur Eropa, dolar Singapura, dan baht Thailand terhadap dolar AS juga memicu," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 29 April 2009.Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.30 WIB, berada di posisi 10.850 per dolar AS.
Dia memperkirakan, transaksi jual dan beli mata uang lokal tersebut pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung stabil di kisaran level 10.890-10.910 per dolar AS. "Sebab, permintaan dan suplai dolar masih berimbang," ujar Bayu.Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik meningkat menjadi Rp 30,14 triliun dibandingkan posisi transaksi kemarin di Rp 27,32 triliun.
Data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo juga mencapai Rp 33,27 triliun, atau naik dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 30,70 triliun.Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat menurun menjadi Rp 1,7 triliun dari transaksi kemarin yang sebesar Rp 2,97 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar