24 April 2009

Rupiah Tertekan Kekhawatiran Outlook Politik Dalam Negeri

Rupiah jatuh akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap outlook politik Indonesia.
Sementara peso tertekan akibat memburuknya kemampuan keuangan pemerintah.
Kebanyakan valuta Asia lainnya bergerak dalam kisaran sempit, terombang ambing antara optimisme pemulihan ekonomi dan ketakutan terhadap sektor finansial setelah Morgan Stanley membukukan kerugian yang lebih tinggi dari perkiraan kuartal lalu.

Rupiah jatuh hingga 11.000 di tengah pasar lokal yang diguncang keprihatinan politik setelah Partai Golkar menyatakan tidak melanjutkan koalisi dengan Partai Demokrat.
Belum jelasnya konstelasi politik menjelang pemilihan presiden membuat pelaku pasar lebih hati-hati investasi ke rupiah.

Pada awal perdagangan, rupiah dibuka pada posisi 10.840 per dolar AS.
Analis JPMorgan Chase dalam nota risetnya menyebutkan masalah yang mungkin timbul adalah kesulitan yang dihadapi presiden terpilih di parlemen jika tidak ada dukungan Golkar.
“Hasil poll memang menunjukkan bahwa SBY masih difavoritkan menjadi presiden, namun beliau akan mengalami kesulitan untuk meloloskan berbagai peraturan dan undang-undang di DPR,” katanya.Pada pukul 10.00 WIB, rupiah diperdagangkan 10.930.
Namun sejumlah analis dalam negeri berpendapat berbeda.

Pelemahan rupiah lebih karena faktor global di mana investor sedang menunggu stress test perbankan AS pada 5 Mei mendatang. Soal pecahnya koalisi Demokrat-Golkar hanya memberikan efek psikologis saja bukan faktor utama," kata Treasury Division Head Bank NISP, Suryanto Chang

Suryanto juga menegaskan, pasar tidak terlalu khawatir dengan kondisi politik saat ini. "
Pada tengah hari, rupiah tercatat 10.940.
Sepanjang sore, rupiah diperdagangkan pada kisaran 10.930.
Pasar sudah cukup dewasa menilai ini sebagai bagian dari kedewasaan demokrasi. Ini cuma permainan catur," katanya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mengalami gangguan teknis dan terhenti pukul 14.26.51 JATS ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 1.595,753.
Rupiah ditutup 10.870 per dolar AS Kamis, turun dari 10.840 sebelumnya.
Kurs berbagai mata uang Asia teakhir terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:Dolar Singapura : 1,4992, naik dari 1,5064Dolar Taiwan : 33,801, naik dari 33,850Won Korea Selatan : 1.347,40, naik dari 1.348,90Baht Thailand : 35,49, naik dari 35,54Peso Filipina : 48,56, naik dari 48,63Rupee India : 50,07, naik dari 50,28Ringgit Malaysia : 3,6200, naik dari 3,6430Yuan China : 6,8265, turun dari 6,8254.

Di Tokio, yen naik dan bergerak ke arah tingkat tertinggi dalam tiga pekan teakhir atas dolas setelah futures indeks di AS turun.
Yen juga mendapat topangan dari keprihatinan terhadap sektor perbankan yang muncul kembali menyusul laporan keuangan Morgan Stanley yang mengecewakan.
Pasar prihatin terhadap outlook perbankan menjelang pengumuman hasil stress test yang dilakukan pemerintah AS.

Wall Street Journal melaporkan bahwa bank-bank terkait akan diberitahukan mengenai hasil tes tersebut sebelum diumumkan ke publik.
Indeks Nikkei naik 119,73 poin (1,37%) dan ditutup pada level 8.847,03.
Dolar AS terakhir tercatat 97,72 yen, turun dari 97,97 yen sebelumnya.
Di London, euro menguat secara merata seiring dengan meredanya risk aversion setelah muncul tanda-tanda titik terang pada perekonomian dan sistim perbankan.

Data menunjukkan bahwa indeks manufaktur zona Eropa naik ke tingkat tertinggi dalam enam bulan terakhir pada bulan April. Sementrara pesanan barang industri cuma turun 0,6% pada bulan Februari, jauh lebih rendah dari perkiraan 2,4%.
Valuta berisiko tinggi langsun mencelat dan sentimen semakin terangkat dengan menguatnya pasar saham Eropa dari penurunan pada pagi hari.
Saham Barclays Plc yang tercatat di New York melonjak 6,7% dalam pra perdagangan setelah bank Inggris tersebut menyatakan kinerja kuartal pertama jauh lebih baik dari sebelumnya.
Kurs dolar AS terhadap valuta-valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:Yen Jepang: 98,28, naik dari 97,97Franc Swiss: 1,1592, turun dari 1,1638Dolar Kanada: 1,2346, turun dari 1,2406Sterling terhadap dolar AS: 1,4549, naik dari 1,4474Euro terhadap dolar AS: 1,3054, naik dari 1,2997.

HARGA EMAS
Di Comex York, harga naik pada pembukaan Kamis.
Kontrak Juni diperdagangkan pada $893,00 per ounce, naik 50 sen dari penutupan sebelumnya.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) Kamis tercatat $892,30, naik dari $891,10, sebelumya.
Di London, emas naik akibat kekhawatiran terhadap perekonomian global yang meningkatkan daya tarik logam mulia ini sebagai hedge terhadap ketidakpastian pasar.
Logam mulia ini juga mendapat angin segar dari melemahnya dolar atas euro.
Pada siang hari, harga emas tercatat $892,50 per ounce,naik dari $888,75 sebelumnya.
Harga perak tercatat $12,42 per ounce. naik 30 sen dari sebelumnya
Di Asia, emas naik sedikit, melanjutkan penguatan sebelumnya karena meningkatnya keprihatinan terhadap ekonomi global dan sektor finansiial.
Logam mulia ini juga mendapat dukungan dengan meningkatnya permintaan di sektor fisik.
Pembelian emas menjelang perayaan Akshaya Tritya di India memberikan sokongan pada harga.

Di samping itu, munculnya risk aversion mengembalikan emas pada status safe-haven-nya.
Di Tokio, harga emas spot tercatat $891,10 per ounce, naik $1,95 dari penutupan sebelumnya di New York. Sementara kontrak benchmark Desember 2009 tercatat 2.820 yen per gram, naik 11 yen dari sebelumnya.
Di Hong Kong, harga emas ditutup $894,50 per ounce, naik dari $885,50 Rabu.(RM/AP/AFP/dtc/My) 24 April 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar