Nilai tukar rupiah naik 13 poin pada pembukaan perdagangan valas, Senin (27/4) pagi. Rupiah dilepas pada level Rp 10.805 per dollar Amerika Serikat.Kondisi rupiah pagi ini lebih baik ketimbang penutupan pekan kemarin. Analis pasar uang Panji Irawan mengatakan, rupiah tersentuh sentimen positif pergerakan bursa regional. Termasuk juga adanya pengutan yen, won, dan rupee. Rencana lelang surat utang negara pun ikut mempengaruhi penguatan rupiah. Ini membuka peluang aliran dana asing ke Indonesia. Panji memperkirakan, sepanjang hari ini, rupiah bergerak di rentang Rp 10.750 sampai Rp 10.825 per US$.(ICH) Market Rivew (Metro TV)
JAKARTA (bisnis.com): Rupiah siang ini melemah 70 poin lagi terhadap dolar AS pada level Rp10.780, di tengah ketidakpastian koalisi capres dan cawapres dan memburuknya ekonomi dunia.
Data Bloomberg pukul 12:01 menunjukkan rupiah sesi pagi bergerak pada kisaran RpRp10.755-Rp10.840. Hari ini rupiah akan diperdagangkan secara bervariasi dengan kecenderungan melemah.Bloomberg melaporkan pernyataan Lawrence Summers soal ancaman flu babi yang bisa menekan ekonomi AS juga berimbas ke Indonesia. Belum lagi konsolidasi capres dan cawapres yang belum kunjung tuntas memberi gambaran buruk atas proses demokrasi yang terkesan kaku.
Siang ini harga minyak dunia sebagaimana terlihat di New York Mercantile Exchange (NYMEX) turun ke level US$50,34 per barel. Sedangkan minyak brent di London melemah ke level US$50,71 per barel.
Dolar AS terhadap mata uang regional siang ini diperdagangkan bervariasi, seperti menguat terhadap mata uang Singapura pada level SIN$1,4935, turun terhadap mata uang Thailand menjadi 35,43 baht, melemah atas mata uang Malaysia di posisi 3,6005 ringgit, menguat terhadap mata uang Hong Kong pada titik HK$7,7499, naik terhadap mata uang China menjadi 6,8204 renmimbi, naik terhadap mata uang Taiwan menjadi NT$33,730, menguat terhadap mata uang Filipina menjadi 48,530 peso dan melemah terhadap mata uang Australia menjadi AUD$0,7125.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar