Soal Bobolnya Kas Aceh Utara:
Pemkab Akan Gugat Bank Mandiri
-->
Diposkan Oleh
:
admin
Hari/Tanggal
:
Rabu, 3 Juni 2009 09:50:08
Dibaca
:
18 Kali
LHOKSUKON - Pemkab Aceh Utara berencana menggugat Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Jelambar, Jakarta Barat, terkait bobolnya kas Aceh Utara sebesar Rp 20 miliar dari total Rp 220 miliar yang didepositokan di bank itu. Hal itu disampaikan Bupati Ilyas A Hamid didampingi kuasa hukum Jafaruddin SH, dalam konferensi pers di Pandapa Aceh Utara, Senin (1/6).Menurut Jafaruddin dan Ilyas, bobolnya rekening tersebut karena kesalahan Bank Mandiri. Ia bersama tim kuasa hukum Pemkab Aceh Utara sedang menyiapkan materi gugatan. Tim juga terus memantau dan mengusut keberadaan uang kas Aceh Utara agar segera dikembalikan sebagaimana harapan masyarakat. “Sebelum uang Rp 220 miliar itu kembali ke kasda, saya akan berusaha terus. Tidak perlu takut dengan hilangnya uang itu,” kata Jafaruddin.Terkait dugaan keterlibatan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara dalam kasus itu karena menyetujui pemindahan uang ke Bank Mandiri Jelambar, Jafaruddin mengatakan itu tidak melanggar aturan dan sah-sah saja. Hal itu juga tidak melenceng dari Permendagri. Sebab, bank yang ada di Aceh hanya berani memberikan bunga sekitar lima persen lebih, sementara di Bank Mandiri Jelambar sudah mencapai 10 persen lebih.Pernyataan Jafaruddin terkait suku bunga ini sangat berbeda dengan data yang diberikan Bank Indonesia (BI) Banda Aceh kepada Serambi, beberapa waktu lalu. Disebutkan rata-rata suku bunga perbankan di Aceh untuk deposito berjangka selama tiga bulan pada Februari 2009 sebesar 8,67 persen dan Maret 8,28 persen. Sementara sacara nasional, suku bunga perbankan pada Februari 2009 sebesar 11,13 persen.Pengakuan serupa juga diutarakan Direktur Utama PT Bank BPD Aceh, Aminullah Usman. Disebutkan, suku bunga deposito berjangka tiga bulan yang dikenakan banknya pada Februari dan Maret sebesar 8 persen. Namun itu tanpa potongan pajak. “Suku bunga perbankan nasional dihitung pajak. Jadi akhirnya sama saja, sekitar delapan persen juga,” katanya. Sementara itu, Ilyas didampingi Jafaruddin mengatakan Bank Mandiri merupakan bank pemerintah dan diakuinya sebagai bank terbaik di Indonesia saat ini. Terkait PT Agro yang disebut polisi fiktif, Jafaruddin tetap mengatakan PT Agro itu ada. PT Agro itu, kata Jafaruddin, ada di Bank Mandiri Jalembar. Dalam kasus pembobolan itu, tambah Jafaruddin, sebanyak 69 rekening menerima uang hasil pembobolan tersebut. Di antaranya rekening bank atas nama Drs H M Basri Yusuf (Rp 6 miliar lebih), Amir Gani (Rp 2 miliar lebih). Uang yang dikirim ke rekening Amir Gani adalah uang untuk disetor kepada Yunus Gani Kiran sebagai fee. Menurut Jafaruddin, mereka tidak bersalah menerima fee atas kerja sama bisnis, karena pemindahan uang kasda yang belum terpakai itu dilakukan sesuai dengan aturan.Copot Yunus csKasus bobolnya rekening Pemkab Aceh Utara di Bank Mandiri Jelambar itu ditanggapi serius sejumlah elemen masyarakat di Aceh Utara. Senin (1/6) kemarin, sekitar 200-an mahasiswa yang tergabung dalam Gempa/Gepesapa berunjuk rasa. Mereka menuntut Pemkab menyelamatkan uang Rp 220 miliar yang telah hilang di Bank Mandiri.Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Khalil Syakbi menyampaikan lima tuntutan kepada Bupati Ilyas A Hamid. Pertama, meminta polisi, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan DPRK supaya menyelidiki kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Lalu, meminta jaksa menuntut seberat-beratnya tersangka dan meminta DPRK memperjuangkan agar dana yang telah hilang itu dikembalikan ke kas daerah.Pendemo juga meminta Bupati Aceh Utara memecat Drs Basri Yusuf dan M Yunus Gani Kiran dari tim asistensi, juga dari masing-masing jabatannya sebagai Ketua Kadin dan Dirut PDAM Tirta Mon Pase. Mahasiswa juga meminta Amir Gani dipecat dari tim asistensi. Ketiganya dinilai telah merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan Aceh Utara.Bupati Ilyas A Hamid dalam dialog dengan mahasiswa mengaku tidak berencana menutup-nutupi masalah itu. “Semua yang mau diperiksa silakan saja, kita serahkan kepada hukum. Saya sendiri boleh saja diperiksa. Tidak ada yang kebal hukum,” tukas Ilyas A Hamid. Menurut Ilyas, sekarang pihak berwajib sedang mengembangkan pengusutan, malah beberapa orang tersangka telah ditahan dan sedang diperiksa. “Tunggu saja hasil pemeriksaan. Kalau nantinya terbukti dengan jelas kesalahan, saya tidak akan pertahankan mereka di lingkungan pemkab,” janji Ilyas.Demo rekayasaSementara itu, sejumlah kalangan di Aceh Utara menilai demo yang dilakukan mahasiswa itu, diduga hanya rekayasa atas perintah seseorang atau segelintir orang. Buktinya, dalam demo itu mahasiswa tidak pernah menyebut-nyebut kemungkinan keterlibatan bupati dan wakilnya. Seolah-olah Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara tidak terlibat sedikit pun dalam kasus bobolnya uang kas daerah itu.“Itu demo bertuan, sengaja disuruh supaya Pak Bupati dan Pak Wabup terkesan bersih-bersih saja dan tidak terkait dalam kasus itu. Padahal, yang menyetujui pemindahan itu juga Bupati dan Wabup. Sepertinya ada isu baru yang sedang diciptakan dan sengaja diarahkan,” kata seorang tokoh di Aceh Utara. Penilaian ini dibantah Koordinator Aksi, Khalil Syakbi. “Demo ini lahir dari hati yang tulus mahasiswa dan organisasi pemuda, bukan karena ada yang menyuruh,” tangkisnya.Menurut Khalil, mereka meminta pencopotan M Yunus Gani Kiran, Basri Yusuf, dan Amir Gani, karena ketiganya telah terbukti terlibat dalam kasus tersebut. Sementara yang lain belum. Kalau besok bupati dan wakilnya terlibat, kami juga menuntut hal yang sama,” pungkasnya seraya memberi tenggat dua minggu untuk proses pencopotan itu. Jika tidak, maka mereka akan turun ke jalan lagi dengan massa yang lebih banyak. (ib/bah/saf)
Sumber: SerambiNew
Tidak ada komentar:
Posting Komentar