Utang Korporasi Picu Koreksi Rupiah
Ahmad Munjin
Jatuhnya indeks saham menginfeksi pasar valas sehingga rupiah berakhir melemah awal pekan ini. Pemicunya adalah utang korporasi yang jatuh tempo pada Juni serta trend penguatan dolar AS sebagai aksi safe haven.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (22/6) melemah 52 poin terhadap dolar AS menjadi 10.432, dibandingkan posisi akhir pekan lalu di level 10.380. Berdasarkan data Bloomberg pukul 17.00 WIB, rupiah melemah 40 poin (0,38%) ke angka 10.350 per dolar AS.
Pengamat pasar uang David Sumual mengatakan, pelemahan rupiah terutama dipicu banyaknya utang korporasi yang jatuh tempo dan kebutuhan rutin korporasi terhadap dolar AS di akhir bulan. Akibatnya, permintaan terhadap mata uang asing terutama dolar AS sangat kuat. “Itulah penggerak rupiah hingga saat ini melemah ke level 10.432,” papar David, ketika dihubungi INILAH.COM , di Jakarta, Senin (22/6).
Koreksi rupiah juga terjadi akibat penguatan dolar AS yang signifikan sejak awal pekan lalu. Apresiasi terhadap dolar AS ini dialami pula terhadap mata uang regional lainnya terdorong pelemahan harga minyak dunia yang kembali ke level US$ 69 per barel.
Menurutnya, turunnya harga minyak ini mengindikasikan merosotnya permintaan komoditas. Pelaku pasar meragukan apakah ekonomi dunia terutama AS akan pulih. ”Pada saat yang sama, data-data ekonomi yang akhir-akhir ini dirilis di AS, menunjukkan ekonomi Amerika kembali mengkhawatirkan,” ujarnya.
Data-data negatif itu antara lain, naiknya data pengangguran AS, serta inflasi Mei yang negatif alias deflasi 1,3% dari bulan sebelumnya deflasi 0,7%. Ini menunjukkan ekonomi AS tidak bergeliat. Hal itu diperparah data penjualan rumah baru di AS yang merosot.
Perlambatan ekonomi memicu investor untuk memegang dolar. “Sementara masyarakat AS enggan membelanjakan uang mereka sehingga likuiditas dolar di pasar menjadi ketat. Itu akibatnya, dolar menguat,” tukasnya.
Namun David menuturkan, meski melemah, posisi rupiah masih berada dalam koridor (range) fundamentalnya di antara 10.000 hinggga 10.500 per dolar AS. Ahasil, pergerakan rupiah sebenarnya masih datar-datar saja.
“Jika terjadi capital fligt baik inflow maupun out flow dari capital portofolio, Surat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Inodnesia (SBI), ataupun saham, rupiah akan bergerak lebih jauh lagi,” pungkasnya.
Nilai tukar rupiah sore terpantau ditransaksikan 7.140 terhadap dolar Singapura, 14.470 terhadap mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro) dan 8.373 terhadap dolar Australia.
Sementara itu mata uang kawasan mendominasi pelemahan terhadap dolar AS. Hanya empat mata uang yang menguat. Yen Jepang naik 0,28% menjadi 96.000, dolar Australia terapresiasi 0,99% ke angka 0.798, dolar New Zealand terangkat 0,89% ke level 0.636, dan yuan China terdongkrak 0,012% menjadi 6.835 per dolar AS.
Dolar Hong Kong terkoreksi 0,003% ke level 7.750, dolar Singapura 0,13% ke posisi 1.456, dolar Taiwan terdepresiasi 0,068% ke angka 32.889, won Korsel merosot 0,47% menjadi 1.274, peso Filipina melandai 0,12% ke angka 48.462, rupee India terjun 0,72% ke posisi 48.432, ringgit Malaysia terdepak 0,02% ke level 3.538, dan baht Thailand terkerek turun 0,10% menjadi 34.140 per dolar AS. [E2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar