24 Juni 2009

Regional Menguat, Pelemahan Rupiah Mereda
Mata uang lokal tersebut pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung menguat.
Rabu, 24 Juni

Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pukul 08.30 WIB kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (US$), karena berada di kisaran level 10.400-10.500/US$.Pada penutupan Selasa, 23 Juni 2009, di pasar spot antarbank Jakarta, mata uang lokal itu tutup pada kisaran 10.535-10.555 per dolar AS. Sedangkan data kurs tengah mata uang asing Bank Indonesia, rupiah bercokol di level 10.438/US$.

Menurut Iwan Ridwan, dealer valas PT Bank CIMB Niaga Tbk, penguatan sebagian besar mata uang regional terhadap dolar AS seperti eur Eropa, gbp Enggris, dolar Singapura, dan bath Thailand disinyalir menjadi katalis penguatan rupiah pagi ini."Rupiah sampai saat ini masih menguat," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2009.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 08.30 WIB, berada di posisi 10.480 per dolar AS.Dia mengakui, selain pergerakan positif mata uang regional terhadap dolar AS, adanya aksi Bank Indonesia yang terus menjaga tingginya permintaan korporasi menjelang akhir bulan ini terhadap dolar AS juga menjadi pemicu menguatnya rupiah.Iwan memperkirakan, mata uang lokal tersebut pada siang sampai penutupan sore hari nanti cenderung menguat di kisaran level 10.400-10.550/US$.

Sementara itu, data proyeksi likuiditas Bank Indonesia pada pukul 08.30 WIB menunjukkan likuiditas di pasar domestik meningkat menjadi Rp 26,29 triliun dibandingkan posisi transaksi kemarin di Rp 22,56 triliun.Data instrumen Operasi Pasar Terbuka yang jatuh tempo juga mencapai Rp 23,28 triliun, atau naik dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp 21,46 triliun.Sedangkan, excess reserve akhir hari tercatat menurun menjadi Rp 1,5 triliun dari transaksi akhir kemarin yang sebesar Rp 2,26 triliun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar